Ucapan Terima Kasih dan Balasannya dalam Bahasa Arab

Ucapan Terima Kasih dan Balasannya dalam Bahasa Arab

Tak ada satu pun kebudayaan di bumi ini yang tidak tahu terima kasih atau tidak memiliki ucapan “terima kasih”. Orang normal, dari manapun asalnya, dadanya akan menghangat dan senyumnya akan melengkung bila kita mengucapkan “terima kasih” yang tulus kepadanya.

Itulah mengapa dalam mempelajari bahasa, frasa ini begitu penting dan mendasar. Begitu pula dalam bahasa Arab, Sohib Solutif.

Lantas, apa bahasa Arab dari “terima kasih”?

Dalam bentuk yang sederhana, kita bisa menggunakan “syukran” (terima kasih) atau “syukran katsir” (terima kasih banyak). Dan secara sederhana, jawabannya adalah “afwan” (maaf).

Lho? Kok malah minta maaf?

Itulah uniknya budaya Arab, terutama setelah direformasi oleh Nabiullah Shalallahu 'alaihi was salam. Kata afwan di sini mengandung filosofi, “Maaf, hanya itu yang bisa saya lakukan/berikan.” Atau, “Maaf, baru sekarang saya bisa berbuat itu.”

Jadi, misalkan Anda memberi kurma kepada Fulan, kemudian dia mengucapkan “syukran”, jangan merasa Anda telah berjasa padanya. Karena Anda adalah penyampai, bukan pemilik. Pemilik sebenarnya tentu saja adalah Allah Subhanallahu Ta'ala.

Alih-alih merasa jemawa, berjasa, atau lebih tinggi, ucapkanlah maaf karena hanya kurma yang bisa Anda berikan saat itu. Ucapkan, “Afwan.”

Namun, ucapan terima kasih terbaik adalah yang ditambahkan doa. Untuk lawan bicara pria, ucapkan, “Jazakallah khairan katsir.” Untuk lawan bicara perempuan, ucapkan, “Jazakillah khairan katsir.” Dan untuk lawan bicara orang banyak, ucapkan, “Jazakakumullah khairan katsir.”

Jaza artinya “membalas”. -Ka adalah “-mu” (laki-laki), -ki adalah “-mu” untuk perempuan, dan -kum adalah “kalian”. Khair artinya “baik” dan katsirah artinya “banyak”.

Jadi, arti umum dari jazakallah khairan katsir adalah, “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan yang banyak.” Ada doa terselip di balik ucapan tersebut.

Lantas, bagaimana menjawabnya? Disarankan menjawab dengan ucapan yang sama. Sehingga kita dan dia/mereka saling mendoakan, sebagaimana ucapan salam khas orang Islam. Masyaallah indahnya…

Bukan itu saja, Sohib Solutif. Ada juga variasi ucapan terima kasih yang berbentuk, “Barakallah fiik.” (semoga Allah memberkahimu). Atau, “Barakallah fiikum.” (semoga Allah memberkahi kalian).

Jawabannya? Tinggal dikembalikan saja, “Wa fiik/fiikum barakallah” (dan untuk kalian juga keberkahan Allah).

Sebenarnya, semua ucapan terima kasih berbalut doa itu bisa dijawab dengan, “amin” (“kabulkanlah”) atau “wa iyyakum/iyyaka” (“semoga juga demikian untuk kalian/untukmu”). Tetapi frasa-frasa tersebut tidak pernah dicontohkan Rasulullah, sehingga ada yang mengatakan bidah.

Hanya, karena ini sifatnya muamalah atau sekadar bermasyarakat, bukan ibadah, rasanya aturannya tidak seketat itu. Bebas saja.

Namun ucapan terima kasih dalam bahasa Arab yang paling tepat tetaplah “jazakallah”, sebagaimana tersurat dalam hadis ini:
“Barang siapa yang diberikan satu kebaikan kepadanya lalu dia membalasnya dengan mengatakan 'jazakallahu khair', maka sungguh hal itu telah cukup dalam menyatakan rasa syukurnya.” (HR. Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Hibban, dan Al-Bazzar).
Demikian, Sohib Solutif. Semoga sedikit-banyak ada manfaatnya. Wallahu a'lam bish-shawabi.

- Penulis: Brahmanto Abu Hanifa