Alasan Obyektif Kenapa Harus Belajar Bahasa Arab


Anak-anak muda modern biasanya tidak tertarik mempelajari bahasa Arab. Kalaupun ada bahasa asing yang getol mereka pelajari, biasanya bahasa-bahasa yang bukan dari negara Islam. Misalnya, bahasa Inggris, Prancis, Korea, Jepang, dan lain-lain.

Ini patut disayangkan, Sohib Solutif. Sebab, ada setidaknya empat alasan tak terbantahkan mengapa kita seharusnya bahasa Arab, antara lain:
  1. Sebenarnya, kita sudah akrab dengan bahasa Arab. Bukan hanya dalam bacaan salat dan doa, bahasa Arab juga telah membaur dalam kultur Melayu. Kata-kata seperti "sejarah", "senin", "mangkus", "ikhlas", dan banyak kata lainnya adalah serapan dari bahasa Arab. Bahasa Melayu kita, suka atau tidak, sangat dipengaruhi oleh bahasanya para pedangan Arab di zaman itu.
  2. Bahasa Alquran. Islam turun di Jazirah Arab, jadi sudah pasti menggunakan bahasa Arab. Jika Anda ingin mengetahui isi Alquran dan Hadis, tidak bisa tidak, Anda harus belajar bahasa Arab! Jangan sampai Anda tidak berminat mempelajarinya, apalagi sampai melecehkan dengan mengatakan, "Jangan kearab-araban, deh!"
  3. Banyak penggunanya. Ini bahasa internasional. Ada sekitar 400 juta penutur bahasa Arab di seluruh dunia, baik di negara-negara Liga Arab, maupun yang bukan Liga Arab (seperti Chad, Eritrea, Israel, Brunei Darusalam, dan lain-lain). Artinya, ketika Anda bisa bicara bahasa Arab, Anda pun tersambung dengan setengah milyar penduduk bumi. Banyak "temannya"! Bandingkan, misalnya dengan belajar bahasa Korea atau Jepang. Mempelajarinya sama-sama susah sama, tetapi kalau sudah bisa pun "teman ngobrolnya" cuma sedikit.
  4. Kunci melebarkan sayap ke negara-negara Arab. Beberapa negara Arab kaya raya. Jadi, bila Anda berniat bekerja di perusahaan Arab, berbisnis atau berekanan bisnis dengan orang Arab, kemungkinan sukses Anda jauh lebih besar ketika Anda menguasai bahasa Arab dibanding Anda hanya menggunakan bahasa Inggris. Bahkan ketika Anda naik haji atau sekadar traveling ke negara-negara Arab, sebaiknya mengerti bahasa Arab juga, meskipun di sana pun banyak yang bisa bahasa Inggris.
Demikianlah, Sohib Solutif. Ini alasan-alasan obyektif. Belum dimasukkan alasan-alasan subyektif kita sebagai umat Islam :) Jadi, masih ragu untuk belajar alif, ba', ta', tsa' mulai sekarang?

- Penulis: Brahmanto Abu Hanifa